Cerita terakhir yang menjadi penutup di season 6 ini, kembali saya menceritakan kesosialisasian dunia teradap diri pribadi seseorang, simak sinopsisnya :
“Semangkuk bubur dan di campur bayam serta wortel… hahahaha…” suara tawa itu terdengar dari seberang, “Seberapa lama kau bertahan?” tanyanya dengan nada menyombongkan diri. Aku menatapgan nya, “Kau mau aku lari ke luar dan tiga hari kemudian akan ada lubang di keningku?” diapun terdiam.
Ingin Baca lebih banya? Silahkan klik di sini : Season 6
Hanazawa Rui Pena
Kumpulan Cerpen & Puisi Karya Ramadhan Ali
Bergabunglah Bersama Kami
Jumat, 27 Januari 2012
The Way Of Assassin
Cerpen terbaru ke 2 yang merupakan cerpen ke 6 di season 6 ini pernah saya ikut sertakan dalam sebuah lomba, berikut spenggal kisahnya :
Tanpa pikir panjang, aku segera mengenakan masker yang menutupi bagian hidung dan mulutku, tudung kepala juga aku naikkan, jaket hitam bertudung kepala tadi aku tarik ke atas sletingnya sehingga hanya leherku yang terlihat. Selanjutnya tali dengan besi pengait diujungnya aku kunci di pagar besi, dan melompat turun ke bawah gedung Lembaga Anti Korupsi.
Aku melihat kerumunan wartawan sedang mencoba mewawancarai Angga Fernando. Semua terlihat jelas saat aku meluncur dari atas gedung ini. Dan sesaat kemudian sudah berada dibawah, membelah kerumunan wartwan, berdiri tepat di depan saksi kasus korupsi tadi, “kebebasan hidup tanpa korupsi!” kataku seraya menusukkan belati kecil keperutnya.
Ingin Baca lebih banya? Silahkan klik di sini : Season 6
Impian di Balik Kemeja
Setelah lama vakum, akhirnya saya kembali menyapa Sahabat Pena semua dengan cerita terbaru di blog ini, silahkan di simak 1 dari 3 cerita yang akan saya bagi postingannya ke Sahabat Pena Hanazawa semua.
Berikut sinopsisnya :
Ingin Baca lebih banya? Silahkan klik di sini : Season 6
Jumat, 04 November 2011
Perubahan Drastis
Perubahan kedewasan saya ternyata masih berlanjut, kemunduran ide menjadi pemicu berkurangnya kreatifitas saya dalam menulis, kekhawatiran saya terhadap kebuntuan ide terjawab. Namun saya mencoba bangkit dengan membuka cerita lama di cerpen-cerpen terdahulu, dan membagikan pengalaman ide kreatif saya berjalan. Simak artikel saya di : Perubahan Drastis pada blog www.behindofhanazawarui-pena.blogaspot.com.
Selasa, 25 Oktober 2011
The Stranger Place
Setelah bergelut dengan 3 cerpen di Season 6 sebelumnya (AC, Hidup di Ujung Senja, dan Hujan di Bulan Juni (Yogyakarta Tahun Lalu2)), kini cerpen ke 4 sudah saya posting, terima kasih bagi semua Sahabat Pena yang masih setia menunggu munculnya cerpen-cerpen dan puisi terbaru saya.
Berikut sinopsis untuk cerpen ke 4 berjudul : The Stranger Place
Jam menunjukkan pukul tiga sore ketika aku memasuki lobi hotel. Gerakanku sangat meyakinkan. Dengan jas hitam dan celana jeans, aku terlihat gagah di kaca toilet hotel tadi. Aku juga mengenakan topi hitam agar ketampananku sedikit samar, karena untuk menyambut mempelaiku, aku harus santai dan membuatnya penasaran.
Saat perjalan menuju restauran tempat janjianku dengan calon mempelaiku, aku bayangkan begitu cantik wajahnya dan tubuhnya sangat mempesona. Harum surgawi sudah di depan mata, bahkan aku dapat merasakannya di kulit serta ujung penciumanku. Aku terus membayangkan kecantikannya sambil menyeret koperku yang berisi mas kawin dan syarat mutlak aku menjadi pengantin.
Sempat jantungku berdegup cepat, namun segera aku singkirkan, aku sudah cukup menikmatinya, keluargaku juga akan bangga nantinya.
Jumat, 07 Oktober 2011
Hujan di Bulan Juni (Yogyakarta Tahun Lalu 2)
Akhirnya setelah terdiam cukup lama, saya bisa menrbitkan cerita ke 3 untuk Season 6 ini. Dimana cerita ke 3 ini lanjutan dari cerita di Season 1 yang berjudul Yogyakarta Tahun Lalu. Berikut sinopsisnya :
Ali yang kini menjadi sutradara, mencoba keberuntungannya dalam sebuah festival film independen, dimana dia mengangkat kisah nyata yang dialaminya untuk film yang diikutsertakan dalam festival tersebut. Sang asisten yang merasa terharu dengan ceritanya, mecoba memberikan "kenang-kenangan" yang terbaik untuk Ali. Apa kenangan tersebut? Dan apakan mereka dapat memenangkan lomba itu? Simak kisahnya pada : Hujan di Bulan Juni (Yogyakarta Tahun Lalu 2)
Senin, 22 Agustus 2011
HIDUP DI UJUNG SENJA
Ketegasan butuh keberanian untuk memilih dan berkorban, itu tergambar pada cerita ke 2 dari Season 6 ini. Berikut cuplikannya :
Hidup di Ujung Senja
Wanita cantik berambut panjang itu mentapku lekat dan seperti ada kehausan akan kosa kata panjang di dalamnya, “Kau ingin berhenti menegakkan hukum yang sebenarnya?” katanya dengan penuh ketegasan di suara lembutnya, “Kau ingin berhenti mendapatkan pahala dari Tuhanmu?”
Mendengar itu aku menundukkan kepala. Lalu tersenyum dan membalikkan badan untuk tidur malam ini, “Hari yang melelahkan, sayang.” gerutuku menatap wajah anak-anakku difoto berbingkai coklat yang mulai usang, “Maaf aku telah membuat kalian takut!” lampupun aku matikan.
Silahkan baca lengkapnya di laman berikut : http://hanazawarui-pena.blogspot.com/p/season-6.html
Langgan:
Entri (Atom)